TOLE BA PONTAR

my blogs my rules...who is blocked?
apapun yang terjadi - yang anda yakini adalah kekuatan anda,
apapun yang terjadi - anda harus pada tujuan anda,
apapun yang terjadi - yang anda yakini adalah yang akan terjadi.

Selasa, 29 Desember 2009

OPO WANA NATAS'SE


Opo wana natas'se
Tembone se mengale ngale
Tembone se mengale ngale
Pakatuan pakalawiren

Kuramo kalalei u langit
Tentumo kalalei un tana
Kuramo kalalei un tana
Tentumo kalalei ta in tou

Nikita in tou karia
Eni mapa susuat uman
Eni mapa susuat uman karia
Wia si Opo wananatas

Si Opo wana natas
Sia si matau ampeleng
Sia si matau ampeleng
Mamuali wia mbawoin tana

ROKOK, GIGI DAN MULUT

Racun pada Rokok

Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.

* Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
* Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
* Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

Efek Racun

Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):

* 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
* 4x menderita kanker esophagus
* 2x kanker kandung kemih
* 2x serangan jantung

Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.

Batas Aman

Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.

TIDAK ADA BATAS AMAN BAGI ORANG YANG TERPAPAR ASAP ROKOK.




mengapa rokok sangat erat kaitannya dengan kesehatan gigi dan mulut? jelas secara gampang bisa dijawab, karena rokok dihisap melalui mulut ( saya rasa ga ada tempat lain untuk menghisap rokok ^^). Secara gampang bisa kita lihat bibir seorang perokok memang terlihat lebih gelap dibandingkan dengan bibir seorang yang bukan perokok, mengapa?

Secara umum kita mengetahui rokok yang ada di Indonesia ada 2 jenis, rokok dengan filter dan tanpa filter ( lebih dikenal dengan rokok kretek). Rokok tanpa filter cenderung lebih cepat merubah warna gigi dari pada rokok dengan filter.

Sekarang mari kita ikuti jejak asap rokok kenapa begitu banyak organ" tubuh yang dirugikan. Saat kita menghisap rokok asap yang keluar dari sebatang rokok menuju rongga mulut, beberapa detik asap rokok dengan jutaan zat" kimia berada dalam rongga mulut dan mempengaruhi jaringan dan organ yang ada dalam rongga mulut termasuk gigi itu sendiri. Asap panas yang berhembus terus menerus ke dalam rongga mulut merupakan rangsangan panas yang menyebabkan perubahan aliran darah dan mengurangi pengeluaran ludah. Akibatnya rongga mulut menjadi kering dan lebih an-aerob (suasana bebas zat asam) sehingga memberikan lingkungan yang sesuai untuk tumbuhnya bakteri an-aerob dalam plak. Dengan sendirinya perokok beresiko lebih besar terinfeksi bakteri penyebab penyakit jaringan pendukung gigi dibandingkan mereka yang perokok.

Gusi seorang perokok juga cenderung mengalami penebalan lapisan tanduk. Daerah yang mengalami penebalan ini terlihat lebih kasar dibandingkan jaringan di sekitarnya dan berkurang kekenyalannya. Penyempitan pembuluh darah yang disebabkan nikotin mengakibatkan berkurangnya aliran darah di gusi sehingga meningkatkan kecenderungan timbulnya penyakit gusi.

Tar dalam asap rokok juga memperbesar peluang terjadinya radang gusi, yaitu penyakit gusi yang paling sering terjadi disebabkan oleh plak bakteri dan factor lain yang dapat menyebabkan bertumpuknya plak di sekitar gusi. Tar dapat diendapkan pada permukaan gigi dan akar gigi sehingga permukaan ini menjadi kasar dan mempermudah perlekatan plak. Dari perbedaan penelitian yang telah dilakukan plak dan karang gigi lebih banyak terbentuk pada rongga mulut perokok dibandingkan bukan perokok. Penyakit jaringan pendukung gigi yang parah, kerusakan tulang penyokong gigi dan tanggalnya gigi lebih banyak terjadi pada perokok daripada bukan perokok. Pada perawatan penyakit jaringan pendukund gigi pasien perokok memerlukan perawatan yang lebih luas dan lebih lanjut. Padahal pada pasien bukan perokok dan pada keadaan yang sama cukup hanya dilakukan perawatan standar seperti pembersihan plak dan karang gigi.

Keparahan penyakit yang timbul dari tingkat sedang hingga lanjut berhubungan langsung dengan banyaknya rokok yang diisap setiap hari berapa lama atau berapa tahun seseorang menjadi perokok dan status merokok itu sendiri, apakah masih merokok hingga sekarang atau sudah berhenti.
Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.

Beberapa perawatan memang sangat menganjurkan pada pasien perokok untuk benrhenti merokok untuk sementara waktu, selama dalam proses perawatan. Seperti pasien yang dalam masa pemsangan implan.

Dapat disimpulkan kerugian yang timbul akibat kebiasaan merokok pada kesehatan gigi dan mulut:

1. Perubahan warna gigi, gusi dan bibir.
2. Karies pada gigi akan semakin cepat terbentuk.
3. Kemungkinan kanker pada jaringan mulut sangat besar.
4. Bau nafas jelas beraroma rokok.
5. Berubahnya jaringan" dalam rongga mulut yang menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan mulut itu sendiri seperti pemicu terbantuknya karies.

Selasa, 22 Desember 2009

TIPS DIGITAL PHOTOGRAPHY FOR CHRISTMAS



It’s just a few days until Christmas so I thought a quick tutorial on the topic of Christmas Photography might be appropriate. Hopefully this will give you some good Christmas photo ideas.

Here are 16 Christmas Photography tips and ideas to try that come to mind for digital camera owners wanting to capture the big day:

1. Prepare – Making a List, checking it twice….

Making sure you’re ready to capture any planned event is part of the key to a successful shoot. Getting yourself ready but also the location of your shots is worthwhile.

* Pack the camera – goes without saying? I forgot mine last year in the rush to get the car packed.
* Make sure your batteries are charged and you have extras and/or the recharger packed.
* Pack extra memory cards – have them empty and ready to fill up
* Put someone on ‘photos’ – our family has someone on drinks, main course, dessert – why not put someone on ‘photos’ so that in the craziness of the day they don’t get forgotten.
* Consider the light in the room that you’ll be photographing in. Is there enough light? Will you need a flash? Are the backgrounds too cluttered and distracting?

2. A White Balance Christmas

Here in Australia we often celebrate Christmas outdoors, but many people around the world do it inside in unnatural lighting. Pay attention to what type of light you’re shooting in and set your white balance settings accordingly. Alternatively, if you’ve got a camera that shoots in RAW you can shoot away and set your white balance later.

3. Set up a DIY ‘Photo Booth’

While you probably can’t afford to hire a photo booth for your party you can set up a ‘portrait zone’ of your own where you’ll take photos of your guest.

I did this a few years ago and set up a little place where I asked everyone who came to sit for me so that I could take a nice shot of them.

I photographed everyone as they came in and then left the camera (a point and shoot) set up on a tripod and set to a short self timer time so people could photograph themselves during the rest of the party.

I set it up in a well lit position with a red velvet curtain looking background with a few Christmasy decorations around the edges. I left a few Santa hats and tinsel for people to decorate themselves with.

The shots were great – people went back to it throughout the party and the photos got crazier and crazier as time went on. It was the hit of the party.

4. Capture the preparation stages

The actual Christmas meal or party is obviously the best part of the day, but there are other photographic opportunities, particularly in the preparations stages of the day.

* Food preparation
* Putting up decorations
* Wrapping gifts
* Kids throwing a tantrum while getting dressed in their Christmas outfits
* Setting the table

The shots before the event starts properly are often great because they show everything at it’s best before everyone descends on your party zone.

5. Before and After Shots

Speaking of shots before the party starts, why not set up some before and after shots both of the place you’re holding your party and what it looks like afterwards. Make sure you take the shots from the same position.

6. Time-lapse Christmas series

I have one friend who set up his computer with a web cam in the corner of the room with the camera looking down on the Christmas table. He set the camera to go off every 5 minutes over the day and ended up with one of the most wonderful series of shots that I’ve seen for a long time.

7. Christmas Lights

Photographing Christmas lights is something that can be tricky to do. David Hobby from Strobist has put together a great tutorial on how to do it. Check it out at How to Photograph Christmas Lights.

8. Find a Point of Interest – but just per shot

All good shots should have a focal point that holds the attention of those viewing your images. The problem with Christmas is that there can often be too many competing focal points in shots with people, color, decorations, food in every shot. Work hard and de-cluttering your images. Check out this post on minimalism which contains some tips on de-cluttering images.

9. Fresh Group Photos

One of the most common types of shots at Christmas is the ‘group photo’. It’s usually taken at the end of the evening or day when everyone is looking at their worst. For a ‘fresher’ shot take it once everyone has arrived. Also think before hand about how you might pose everyone and where you might take the shot. I’ve posted 12 tips for taking a great group photo previously.

10. Opening Gifts – Shoot in Continuous Mode

There are certain moments during a Christmas gathering that are filled with all manner of photographic opportunities and the opening of gifts is like no other in that it is filled with an array of emotions, facial expressions and excitement – especially if you’ve got kids around. Switch your camera to burst mode (sometimes called continuous shooting mode) and take lots of shots at this time of the festivities. You’ll find you end up with some excellent series of shots when you do this that capture everything from the anticipation of getting the wrapped gift, through to the excitement of unwrapping to the joy (or occasionally disappointment) of seeing what’s inside. Don’t forget to shoot the reactions of those who GIVE the gift as well.

11. Fill your Frame

One of the most common mistakes I see in Christmas photos (or any party/even photography) is that people often end up with shots of their subjects off in the distance on the other side of a room with lots of space around them. Fill your frame with your subject either by using your zoom or getting up and moving yourself closer. While this is one of the simplest tips I ever give it is one that can have the most profound impact on your shots.

12. Diffuse/Reflect Your Flash

- Another common problem with Christmas shots is ending up with shots where the flash is so bright that subjects look like rabbits in a spotlight with harsh shadows behind them. One way around this is to use some sort of a flash diffuser or reflector. If you’re lucky enough to have an external flash try bouncing it off walls or the ceiling. Another way to reduce the impact of your flash and to create some interesting effects is to switch your camera into ‘night mode’ (slow sync mode). This will tell your camera to choose a slower shutter speed but still fire your flash. In doing so it’ll capture some of the ambient light of the room as well as freeze your subject. Be warned, you can end up with some wacky shots doing this (but they can also be lots of fun).

13. Go Macro

Most digital cameras come with a macro mode and an increasing number of DPS readers are buying macro lenses so flick to that mode, attach your lens and photograph the smaller things around your party. Ornaments on the tree, table decorations, sweets in the bowl on the table, a nativity scene on the mantle piece, holly above the doorway – sometimes it’s these small things around your party that are the real ‘money shots’. Don’t forget our Macro Hacks for compact cameras.

14. Watch Your Aperture

I quite often shoot in Aperture Priority mode on a day like Christmas and am constantly changing the aperture depending upon my subject. For example when taking shots of a Christmas decoration on the tree I’ll select a large aperture (a small number like f/2.8) so as to throw the background out of focus, but on a shot taken from the end of the table of everyone sitting down eating I’ll choose a small aperture (like f/8 to f/11 or more) so as to have a larger depth of field and keep everyone in focus.

15. Explore Your Neighborhood

If your neighborhood is anything like mine there is an almost unlimited number of photographic opportunities presenting themselves all around you. Christmas carols services, houses covered in Christmas decorations, shopping malls filled with busyness etc. Get out there with your camera and capture it. What a wonderful time of year to practice using your camera. Have fun!

16. Related Reading:

Here’s another tutorial and discussion thread you might like to read in preparation for your Christmas Photography this year.

* Share Your photos - Looking for some inspiration or wanting to share you Christmas shots? Head to the Christmas Assignment in our Forums to see what shots others are taking this Christmas and to share some of your own images.
* Candid Photography – this tutorial on candid photography might be helpful as much of what you’ll be doing at a Christmas even will be in this style.

Senin, 21 Desember 2009

SANTA CLAUS IS COMING TO TOWN



Oh! You better watch out,
you better not cry,
you better not pout,
I'm telling you why:
Santa Claus is coming to town!

He's making a list,
He's checking it twice,
gonna find out who's naughty or nice.
Santa Claus is coming to town!
He sees you when you're sleeping,
he knows when you're awake.
He knows when you've been bad or good,
so be good for goodness sake!

So...You better watch out, You better not cry
You better not pout, I'm Telling you why.
Santa Claus is coming to town.
Little tin horns, little toy drums.
Rudy-toot-toot and rummy tum tums.
Santa Claus is coming to town.

Little toy dolls that cuddle and coo,
Elephants, boats and Kiddie cars too.
Santa Claus is coming to town.

The kids in Girl and boy land
will have a jubilee.
They're gonna build a toy land town
all around the Christmas tree.

Ohh....You better watch out, you better not cry.
You better not pout, I'm telling you why.
Santa Claus is coming to town.

Minggu, 20 Desember 2009

RADIKAL BEBAS




Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan elektron, sehingga molekul tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul atau sel lain. Radikal bebas dapat dihasilkan dari hasil metabolisme tubuh dan faktor eksternal seperti asap rokok, hasil penyinaran ultra violet, zat kimiawi dalam makanan dan polutan lain.
Penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas bersifat kronis, yaitu dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk penyakit tersebut menjadi nyata. Contoh penyakit yang sering dihubungkan dengan radikal bebas adalah serangan jantung dan kanker. Untuk mencegah atau mengurangi penyakit kronis karena radikal bebas diperlukan antioksidan.
Sebenarnya, tubuh manusia dapat menetralisir radikal bebas ini, hanya saja bila jumlahnya terlalu berlebihan, maka kemampuan untuk menetralisirnya akan semakin berkurang. Merokok, misalnya, adalah kegiatan yang secara sengaja memasukkan berbagai racun kimiawi yang bersifat radikal bebas ke dalam tubuh. Tubuh manusia didesain untuk menerima asupan yang bersifat alamiah, sehingga bila menerima masukan seperi asap rokok, akan berusaha untuk mengeluarkan berbagai racun kimiawi ini dari tubuh melalui proses metabolisme, tetapi proses metabolisme ini pun sebenarnya menghasilkan radikal bebas. Pada intinya, kegiatan merokok sama sekali tidak berguna bagi tubuh, walau pun dapat ditemui perokok yang berusia panjang.
Radikal bebas yang mengambil elektron dari sel tubuh manusia dapat menyebabkan perubahan struktur DNA sehingga timbullah sel-sel mutan. Bila perubahan DNA ini terjadi bertahun-tahun, maka dapat menjadi penyakit kanker. Tubuh manusia, sesungguhnya dapat menghasilkan antioksidan tetapi jumlahnya sering sekali tidak cukup untuk menetralkan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Atau sering sekali, zat pemicu yang diperlukan oleh tubuh untuk menghasilkan antioksidan tidak cukup dikonsumsi. Sebagai contoh, tubuh manusia dapat menghasilkan Glutathione, salah satu antioksidan yang sangat kuat, hanya saja, tubuh memerlukan asupan vitamin C sebesar 1.000 mg untuk memicu tubuh menghasilkan glutahione ini. Keseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas menjadi kunci utama pencegahan stres oksidatif dan penyakit-penyakit kronis yang dihasilkannya.

PAMPIS CAKALANG (MANADO)

Bahan :

1 ekor ikan cakalang (tongkol)
5 bh bawang merah
2 siung bawang putih
1 ruas jahe
15 bh cabe rawit
5 bh cabe merah
¼ ltr minyak kelapa, untuk menumis
Garam secukupnya
Sereh secukupnya
Daun bawang secukupnya

Cara membuat :

· Ikan cakalang dibersihkan, dikukus lalu dibersihkan dari tulang-tulangnya, lalu ikannya disuir-suir.
· Bawang merah, bawang putih, jahe, cabe rawit, cabe merah semuanya dihaluskan.
· Sereh dimemarkan, daun bawang diiris tipis-tipis.
· Bumbu yang telah dihaluskan ditumis hingga harum, lalu tambahkan sereh, daun bawang.
· Setelah bumbunya agak matang, tambahkan ikan cakalang yang sudah disuir, aduk hingga rata dan masak hingga kering. Angkat.

SUP KRIM KENTANG DAN JAGUNG

Bahan :

500 gram kentang kukus matang, kupas dan haluskan
2 sdm mentega
1 buah bawang bombai, cincang
3 sdm tepung terigu
1 1/2 liter kaldu ayam
garam dan merica bubuk secukupnya
1 biji pala, memarkan
150 ml krim kental
300 gram jagung manis pipilan
1 sdm peterseli cincang
2 lembar daging asap, iris

Cara Membuat :

1. Panaskan mentega, tumis bawang bombai hingga harum.
2. Masukkan tepung terigu, masak sebentar, tambahkan kaldu, garam, merica, dan pala, didihkan.
3. Masukkan kentang halus, aduk rata. Masukkan krim kental dan jagung manis, setelah mendidih, angkat.
4. Sajikan hangat, taburi dengan peterseli cincang dan irisan daging asap.

MOZAIK FOTO

Foto yang terbentuk dari kepingan-kepingan foto ukuran kecil yang berjumlah ratusan
hingga ribuan foto. Untuk membuat mozaik seperti ini sedikitnya diperlukan 100 foto
sebagai elemen mozaik dan 1 foto dengan size dan kualitas gambar yang bagus untuk
dijadikan sebagai foto master. Semakin banyak foto, detail gambar semakin bagus.
Oleh karena banyaknya foto yang diperlukan.

Gambar final dapat dicetak hingga ukuran 30R (75 x 100 cm).

MEMBUAT BACKGROUND BLUR DENGAN PHOTOSHOP

Bagi pengguna kamera digital, terutama kelas consumer, di mana kamera menggunakan sensor yang lebih kecil dan panjang lensa yang terbatas, sulit untuk mendapatkan DOF yang dangkal, agar background terlihat blur, yang sering digunakan untuk mengisolasi / menonjolkan obyek, terlebih umumnya kamera kelas ini bersifat serba otomatis(Point & Shoot).

Dengan bantuan Photoshop, hal tsb mudah dilakukan, di sini diberikan cara yang agak rumit, sehingga hasilnya akan lebih baik:

1. Buat seleksi terhadap obyek yang ingin kita pertahankan ketajamannya (paling mudah dgn Magnetic Lasso), untuk memperhalus hasil seleksi, klik select-feather (ketikan nilainya antara 1-4) dan select-smooth (ketikan nilainya antara 2-6).

2. Buat layer baru hasil seleksi tsb (layer via copy, Ctrl+J), sembunyikan layer ini (layer1), dgn cara mengklik icon matanya pada palet layers.

3. Aktifkan / pilih layer background, gunakan Smudge Tool (letaknya pada tool box, satu group dgn blur / sharpen tool), lakukan penarikan pixel di sekitar seluruh tepi obyek ke arah dalam (menuju tepi obyek), agar cepat, pilih ukuran kuas tdk terlalu besar diameternya dan image dalam tampilan pembesaranyang tidak terlalu besar (mis: dalam Hand Tool, pilih tampilan Fit on Screen); tujuan penggunaan tool ini, adalah agar tidak terlihat “halo” pada tepi obyek,yang sering terlihat bila kita menggunakan cara sederhana (seleksi obyek, select-inverse, gaussian blur).

4. Kemudian pilih filter-blur-Gaussian Blur, ketikan nilainya, tergantung seberapa blur background yang kita inginkan (umumnya nilai antara 6-10 sudah cukup)..

5. Perlihatkan kembali layer baru hasil seleksi (layer 1) dengan cara mengklik kembali icon mata pada palet layersnya, kita akan melihat hasilnya, di mana pada tepi batas obyek, tidak terlihat halo. Bila kita merasa hasil seleksi kurang halus, bisa kita perbaiki pada layer 1 tsb, mis: dengan Eraser Tool, untuk menghapus kelebihan seleksiyang kita lakukan.

6. Terakhir, simpanlah (save) hasil kerja kita, bila kita merasa sudah puas dan tidak berencana untuk mengeditnya lagi, gabunglah layer tsb (flatten image), terutama bila image tsb akan disimpan dalam format JPEG.

Selamat mencoba.
Ditulis oleh : Chandra R (chan8lus@cbn.net.id)

Selasa, 08 Desember 2009

HAK CIPTA PENGGUNAAN FOTO

Menurut UU RI Nomor 19 Tahun 2002, pelanggaran hak cipta dalam bentuk pemakaian foto tanpa ijin dari pemegang hak cipta bisa menghadapi ancaman hukuman pidana kurungan 5 tahun penjara dan/atau denda Rp 500 juta. Hukuman yang serius dan tidak main-main demi menjaga kewibawaan sebuah proses kreatif dan penghargaan terhadap hak cipta.

www.dgip.go.id/ebhtml/hki/filecontent.php?fid=5011