Awalnya sebelum Desa Pangolombian terbentuk seperti sekarang ini, telah ada komunitas yang tinggal di sekitar danau yang lokasinya bernama “lumaney”, kira – kira 200 meter jarak tempuh dan terletak di bawah kaki bukit di atas Desa Pangolombian Kecamatan Tomohon Selatan.
Danau yang terbentang dengan luas ± 4 Ha ini, awalnya berupa kubangan di tengah – tengah persawahan, sekitar tahun 1900. Kemudian karena disekelilingya dipenuhi oleh pepohonanan yang menghiasi bukit-bukit maka volume airnya lama-kelamaan bertambah. Maka oleh warga kubangan ini dijadikan waduk untuk mengairi persawahan penduduk, sekaligus menebarkan benih-benih ikan untuk kebutuhan masyarakat. Ternyata tak disangka volume air dengan cepat terus bertambah hingga menutupi sebagian hamparan sawah dari penduduk Desa Pangolombian dan Desa Tondangow Kecamatan Tomohon Selatan. Danau ini dialiri beberapa mata air dan salah satu mata air yang terkenal yaitu “Koropit” yang artinya adalah” belalang”, yang memang banyak terdapat disekitar mata air tersebut.
Saat ini danau Lumaney dijadikan sebagai tempat wisata nan unik dan sumber ekonomi bagi masyarakat sekitar. Aneka tanaman yang tumbuh di sekeliling danau menghiasi permukaan air seperti bunga teratai yang berjajar indah dan mempesona, rumpun alang-alang yang tumbuh mekar dan berbunga disana-sini menambah indahnya pemandangan. Bunga-bunga anggrek yang melekat di dahan pohon yang tumbuh disekitar danau, sekaligus hamparan sawah yang indah membentang, dihiasi dengan kawasan hutan diperbukitan yang masih alami. Bagi mereka yang gemar memancing, danau ini menawarkan beragam jenis ikan yang bisa didapat seperti ikan mas, nila, gabus, payangka, sepat dan jenis lainnya. Keindahan lainnya tempat ini menawarkan beragam aktivitas yang menawan seperti trekking sambil menikmati suara alam yang merupakan dambaan kita semua. Danau ini juga menjadi habitat burung-burung seperti raja udang, bangau putih, belibis dan manguni.
Sambil membudayakan masyarakat sadar wisata, selamat mengunjungi danau ini.(Juf/fw)
Danau yang terbentang dengan luas ± 4 Ha ini, awalnya berupa kubangan di tengah – tengah persawahan, sekitar tahun 1900. Kemudian karena disekelilingya dipenuhi oleh pepohonanan yang menghiasi bukit-bukit maka volume airnya lama-kelamaan bertambah. Maka oleh warga kubangan ini dijadikan waduk untuk mengairi persawahan penduduk, sekaligus menebarkan benih-benih ikan untuk kebutuhan masyarakat. Ternyata tak disangka volume air dengan cepat terus bertambah hingga menutupi sebagian hamparan sawah dari penduduk Desa Pangolombian dan Desa Tondangow Kecamatan Tomohon Selatan. Danau ini dialiri beberapa mata air dan salah satu mata air yang terkenal yaitu “Koropit” yang artinya adalah” belalang”, yang memang banyak terdapat disekitar mata air tersebut.
Saat ini danau Lumaney dijadikan sebagai tempat wisata nan unik dan sumber ekonomi bagi masyarakat sekitar. Aneka tanaman yang tumbuh di sekeliling danau menghiasi permukaan air seperti bunga teratai yang berjajar indah dan mempesona, rumpun alang-alang yang tumbuh mekar dan berbunga disana-sini menambah indahnya pemandangan. Bunga-bunga anggrek yang melekat di dahan pohon yang tumbuh disekitar danau, sekaligus hamparan sawah yang indah membentang, dihiasi dengan kawasan hutan diperbukitan yang masih alami. Bagi mereka yang gemar memancing, danau ini menawarkan beragam jenis ikan yang bisa didapat seperti ikan mas, nila, gabus, payangka, sepat dan jenis lainnya. Keindahan lainnya tempat ini menawarkan beragam aktivitas yang menawan seperti trekking sambil menikmati suara alam yang merupakan dambaan kita semua. Danau ini juga menjadi habitat burung-burung seperti raja udang, bangau putih, belibis dan manguni.
Sambil membudayakan masyarakat sadar wisata, selamat mengunjungi danau ini.(Juf/fw)
